Sabtu, 12 Maret 2011

Amis-amisan (Obat Asma)

Nama Farmasi  : Herba houttuyniae

Bagian yang dipakai dan metode penyiapan :
seluruh bagian tanaman dipanen antara musim panas  dan musim gugur. Dibersihkan dan dikeringkan di bawah terik matahari.

Sifat dan Rasa :
Pedas dan agak dingin.

Khasiat :
Menghilangkan panasdan penawar racun,

Indikasi dan kombinasi :
  • Asma, abses paru-paruberupa batuk yang disertai dahak. berdarah dan seperti nanah.  houttuyniae dipakai bersama Platycodon dan biji Coix (jali).
  • Panas di paru-paru berupa batuk berdahak kuning dan kental. Houttuyniae dipakai bersama kulit kayu mulberry dan buah Trichosanthes.
  • bisul dan bengkak akibat panas beracun. Houttuyniae dipakai bersama Dandelion (Jombang) dan buah Forsythia.
Dosis  : 15 - 30 gram 

Jumat, 11 Maret 2011

Alpukat / Apokat


Buah Alpukat atau Apokat dengan nama latinnya Persea americana. Buah Alpukat memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah alpukat berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.
Buah alpukat termasuk buah yang istimewa karena kandungan lemaknya 20-30 kali lebih banyak dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Kandungan lemak ini dapat memberikan energi yang cukup tinggi ketika dikonsumsi. Jenis lemak yang dikandung alpukat termasuk lemak tak jenuh, sehingga mudah dicerna dan berguna bagi tubuh. Kandungan lemak ini memberikan energi yang cukup tinggi dengan rasa yang gurih dan lezat serta tidak pahit.
Kandungan nutrisi dalam satu buah alpukat adalah sebagai berikut :
1. 95 mg fosfor
2. 23 mg kalsium
3. 1,4 mg zat besi
4. 9mg sodium
5. 1,3mg potasium
6. 8,6 mg niacin
7. 660 I.U. Vitamin A
8. 82 mg Vitamin C
Buah alpukat banyak mengandung mineral yang kesemuannya berguna untuk mengatur fungsi tubuh dan menstimulasi pertumbuhannya. Zat besi dan tembaga yang terkandung di dalamnya membantu proses regenerasi darah merah dan mencegah anemia.
Buah alpukat juga merupakan sumber Vitamin E dan beberapa Vitamin B. Kandungan serat buah alpukat secara simultan juga dapat membantu proses pencernaan. Buah alpukat juga dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi karena mengandung karbohidrat dan lemak tak jenuh.
Jadi Kesimpulannya manfaat dari buah alpukat bagi kesehatan adalah :
1. Sumber Vitamin E dan B
2. Menurunkan kolesterol darah
3. Melembabkan kulit
4. Membantu regenerasi darah merah
5. Mencegah anemia
6. Mencegah konstipasi
7. Mencegah malnutrisi
8. Sumber kandungan lemak tak jenuh

Buah Alpukat kaya akan lemak yang baik atau yang disebut dengan LDL yaitu kholesterol yang cukup dan yang justru kalo terlalu rendah ga baik buat kesehatan. Jadi cholesterol nggak selamanya jahat. Jenis cholesterol inilah yang buat menyeimbangkan sama cholesterol jahat. Dulu bokap gua sakit jantung gara2 cholesterolnya ketinggian terus jaga makan (ngga makan lemak2, banyak makan sayur) akhirnya cholesterol jahatnya turun, tapi cholesterol baiknya ikutan turun sampe dalam batas ga normal. Jadi intinya orang harus menyeimbangkan antara cholesterol yg jahat sama yg baik. Asal dua2nya dalam batas normal tidak ada masalah.

OBAT DIABETES MELLITS DENGAN BIJI ALPUKAT

Cara membuat:
1. Biji alpukat diiris tipis-tipist
2. Irisan biji alpukat dijemur sampai kering
3. Irisan biji alpukat uyang sudah kering disangrai (orang Jawa bilang digoreng sangan) seperti membuat kopi.
4. Irisan biji alpukat yang sudah disangrai diblender sampai lembut.
5. Masukkan bubuk biji alpukat hasil memblender ke kulit kapsul yang dapat dibeli di apotek.
6. Minum kapsul biji alpukat satu kali sehari


REDAKAN HPERTENSI DAN CEGAH STROKE

Alpukat termasuk buah-buahan yang mengandung lemak tinggi (sekitar 6,5 persen), tapi lemak tersebut merupakan lemak tak jenuh tunggal oleat, yang lazim disebut omega-9. Lemak jenis ini mampu menurunkan kelebihan “kolesterol jahat” LDL secara efektif, terutama jika kita juga membatasi konsumsi lemak jenuh. Hasilnya akan nyata kalau makan alpukat dibarengi dengan mengurangi makanan gorengan dan bersantan, serta daging berlemak, dan kuah mengandung lemak gajih

Efektivitas alpukat menurunkan kadar “kolesterol jahat” juga dipacu kandungan seratnya yang tinggi. Serat larut dalam alpukat akan menyerap kelebihan “kolesterol jahat” dan membuangnya bersama sampah makanan.
Sebuah alpukat ukuran sedang mengandung serat 10 gram. Menyantapnya sebuah saja sudah memenuhi 40% kecukupan asupan serat sehari.

Alpukat kaya mineral kalium. Separuh alpukat ukuran sedang mengandung 548 mg kalium, 15 persen lebih tinggi dari kandungan kalium dalam sebuah pisang. Kalium dapat meredakan tekanan darah tinggi, mengontrol debar jantung, dan menjaga kesehatan sistem saraf.

Kombinasi “lemak baik”, serat, dan kalium membuat alpukat mampu mencegah serangan penyakit akibat hipertensi dan kelebihan kolesterol, khususnya stroke dan penyakit jantung. Penderita diabetes pun dapat memetik manfaat tersebut untuk memangkas risiko sama, yang sering merupakan komplikasi.

Gara-gara kaya lemak, alpukat sering dituduh sebagai penyebab kegemukan. Padahal itu tidak benar. Kalau pola makan kita sudah sarat kalori, makan alpukat atau makanan apa pun tentu mudah menambah berat badan. Jika pola makan kita baik, makan alpukat tidak perlu jadi masalah. Apalagi alpukat mengandung lemak yang menyehatkan.

ANTIKERIPUT & BIKIN AWET MUDA

Kendati tidak banyak, alpukat cukup mengandung vitamin A dan klorofil. Di dalam lemaknya tersimpan banyak vitamin E. Kombinasi vitamin A, klorofil, dan vitamin E sebagai antioksidan terbukti menjaga kulit penduduk Meksiko tampak kenyal dan segar meski telah berumur. Jarang pula yang terserang kanker. Mereka amat gemar makan saus alpukat (guacamole), seperti kebiasaan kita makan sambal di sini.

Kandungan kaliumnya yang tinggi menjadikan alpukat buah pembentuk basa. Dalam teori Food Combining, makanan pembentuk basa melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas, sehingga tidak mudah rusak. Dampak paling nyata dari sel yang terjaga adalah wajah tampak awet muda. Nah, rugi, kan, kalau kita tetap menjauhi alpukat?

Mata sering berkunang-kunang dan kepala pening? Periksakan ke dokter. Jika benar kita menderita kurang darah (Hb rendah), jangan ragu makan alpukat. Di dalam alpukat terdapat zat besi dan zat tembaga, yang berperan penting dalam pembentukan darah segar dan mencegah anemia akibat kurang gizi besi. Magnesium dan kalsiumnya membantu menjaga kesehatan tulang.

alpukat baik bagi ibu hamil. Kandungan asam folatnya amat dibutuhkan janin, agar otak dan tulang belakangnya dapat tumbuh sehat sempurna. Satu buah sedang alpukat mengandung 114 mkg asam folat, sudah memenuhi 30 persen kecukupan asam folat harian yang dianjurkan.

Selain asam folat, kandungan vitamin B-kompleks lain yang tersimpan dalam alpukat adalah vitamin B6. Penting untuk mengontrol fungsi sistem saraf. Rendahnya konsentrasi vitamin B6 dalam darah mudah menimbulkan mual-mual pada trimester pertama kehamilan. Nah, makan alpukat pada pra-kehamilan dan selama hamil dapat mencegah mual karena ngidam.

Belakangan sejumlah ilmuwan menemukan fakta baru. alpukat sarat glutation, senyawa fitokimiawi alami non-gizi yang berkhasiat. Glutation merupakan antioksidan kuat pengusir beragam kanker, khususnya kanker mulut dan tenggorokan, serta mencegah serangan jantung. Dibandingkan dengan pisang, apel, blewah, maupun anggur, kandungan glutation dalam alpukat 3 kali lipatnya.

Beta-sitoterol adalah senyawa fitokimiawi lain yang ditemukan dalam alpukat. Lemak nabati merupakan bagian “lemak baik”, khasiatnya menurunkan seluruh jenis lemak darah yang dapat memicu penyakit akibat gangguan pembuluh, khususnya stroke dan serangan jantung. Beta-sitosterol akan menormalkan kadar “kolesterol jahat”, trigliserida, maupun total lemak darah. Jumlahnya mencapai 4 kali lipat dibanding yang terdapat dalam pisang, apel, anggur, maupun blewah.


KENAPA IBU MENANGIS???

Ibu menangis. Air mata mengucur di pipinya yang cekung. Ketika itu aku baru selesai berdzikir setelah mengimaminya. Tasbih ditangannya terus berputar, bersama dzikir yang terus terlantun dari bibirnya. Ibu khusyuk dalam isak dan deraian air mata. "Kenapa Ibu menangis?" pertanyaan itu terpaksa kusimpan. Aku tidak akan mengganggu Ibu yang masih khusyuk dengan dzikir. Aku memikirkan berbagai kemungkinan penyebab menangisnya Ibu. Mungkinkah kematian Bapak? Tapi, bukankah kematian Bapak sudah lama sekali? Sudah lima tahun. Atau karena tanah kuburan Bapak yang tidak mendapat izin untuk dibeton dan hanya boleh didirikan batu nisan. Hal itu tidak akan membuat Ibu menangis. Aku sangat mengenal Ibu. Ibu paling tidak menyukai hal-hal yang berbau kemewahan. Ibu selalu ingin menginginkan kesederhanaan. Kenapa Ibu menangis? Sayang aku sangat jarang pulang dan tidak bertemu Ibu setiap hari. Hingga aku kurang mengetahui keadaan Ibu belakangan ini. Mungkin ada suatu persoalan yang membebaninya....
Bertengkar dengan seseorang? Ah rasanya tidak. Setahuku Ibu tidak punya musuh. Ia selalu mengalah setiap kali berbenturan dengan orang lain. Ibu lebih banyak diam daripada mengomel. Tidak mungkin rasanya Ibu bertengkar dengan orang lain, karena memang itu bukan kebiasaan Ibu. Tapi kenapa Ibu menangis? Ibu belum juga selesai berdzikir. Aku sudah selesai sejak lima menit lalu. Aku sudah berdoa, mohonkan ampun atas dosa Ibu dan Bapak yang telah mengasuhku sejak kecil. Ibu belum juga usai. Aku berdiri dan meninggalkan Ibu sendirian di ruang shalat dengan tetap menyimpan pertanyaan, kenapa Ibu menangis? Kutunggu Ibu di ruang makan. Bukankah Ibu selalu khusyuk dalam shalat? Kembali aku dibayang berbagai kemungkinan. Bukankah Ibu tidak pernah lupa mendirikan shalat, mengaji dan berdzikir? Bukankah Ibu paling senang mendengarkan ceramah di masjid? Bukankah Ibu juga tidak melewatkan acara wirid? Bukankah Ibu sudah cukup punya bekal untuk menghadapi segala cobaan...
Tapi kenapa Ibu sampai menangis? Karena aku mengimami Ibukah? Mustahil! Bukan sekali ini saja aku mengimami Ibu. Sudah berulang kali. Hampir setiap kali pulang ke rumah aku mengimami Ibu, terutama saat shalat maghrib dan isya. Ibu sudah berumur tujuhpuluh tahun lebih. Tujuh orang anak merupakan berkah yang selalu disyukurinya dan kami semua kini sudah besar. Aku yang bungsu sudah duduk di perguruan tinggi. Aneh rasanya kalau Ibu masih bersedih hati diusianya yang senja ini. Seharusnya Ibu banyak tertawa dan bercanda bersama cucu-cucunya. Bukankah cucu-cucunya selalu bersamanya setiap hari? 
"Sudah makan Yung?" tanya Ibu mengagetkanku. Ibu muncul dengan senyum mengembang. Tak kulihat bekas tangisan di wajahnya. Mungkin sudah dihapus."Belum Bu, Ayung menunggu Ibu.""Ibu sudah makan.""Kapan? Bukankah hidangan ini belum disentuh siapapun? Ayolah Bu, Ayung sudah rindu ingin makan bersama Ibu.""Makanlah!" kata Ibu sambil menarik kursi. Aku pun mulai menyanduk nasi dan mengambil beberapa sendok sambal. Tapi Ibu tetap saja tidak makan nasi. Ia hanya mengambil panganan dan memakannya. 
"Bagaimana kuliahmu?" "Alhamdulillah Bu, berkat doa Ibu." "Belanja harianmu bagaimana?" pertanyaan yang tidak pernah kuinginkan ini selalu meluncur dari bibir Ibu. Pertanyaan itu kurasakan bagai keluhan dalam hidup. Ku akui selama kuliah aku harus berusaha dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari. Uang kost, transport dan kebutuhan kuliah. Memang, yang namanya usaha kadang-kadang dapat, kadang tidak. Ketika dapat alhamdulillah. Aku bisa makan dan membeli kebutuhan lain. Jika tidak, maka mau tidak mau aku aku harus puasa. Hal ini yang sering aku alami. Tapi persoalan ini tidak pernah kuceritakan kepada siapapun, termasuk Ibu dan saudara-saudaraku. Aku takut terlalu banyak mengeluh.
"Alhamdulillah, Alloh masih memberikan rejeki Bu," selalu kujawab begitu. Biasanya Ibu tidak akan bertanya lagi setelah itu."Bu!" sapaku ketika Ibu terdiam."Mmm," jawab Ibu. "Kenapa seusai shalat tadi Ibu menangis?" Ibu terdiam mendengar pertanyaanku."Ayung cemas melihat Ibu menangis. Ibu masih diam. Aku menyelesaikan suapanku, setelah itu membasuh tangan dan melapnya dengan serbet. Ibu masih diam, tapi di matanya kulihat air mata mulai berlinang. Setelah itu berceritalah Ibu.
Seminggu yang lalu di surau tempat Ibu selalu sembah yang berjama'ah, ada ceramah agama mingguan. Ketika itu penceramahnya datang dari luar daerah. Ibu mengikuti ceramah tentang anak yang berbakti kepada orang tua dan anak yang shalih.
"Anak-anak yang sholih lah yang menyelamatkan orang tuanya dari api neraka, karena doa anak yang shalih sangat didengar oleh Allah swt," kata ustad. "Tapi sebaliknya orang tua tidak selamat dari api neraka jika anak yang dididiknya tidak mampu menjalankan ibadah dan tidak pandai membaca Al-quran."  "Walaupun orang tuanya sendiri taat beribadah?" tanya Ibu waktu itu."Ya, apa artinya kita taat tapi tidak membuat anak taat kepada Tuhannya. Apalagi sampai tidak bisa sembahyang dan mengaji, anak yang jauh dari perintah Allah dan mendekati laranganNya. Maka orang tuanya di akhirat akan ditanya tentang anak-anaknya. Maka sia-sialah ketaatan orang tua jika di akhirat nanti anak mengakui dirinya tidak dididik oleh orang tuanya untuk saat beribadah. Tidak pernah menegur, memukul bahkan menamparnya, jika lalai menjalankan perintah agama."
Ketika itu Ibu menyadari apa yang sudah dilakukannya selama ini. Ibu ingat Jai, Jou, Han dan Fai. Saat itulah Ibu merasa hidup dan ketaatannya selama ini tak berarti sama sekali. Sejak itu Ibu banyak diam dan melamun. Anak-anaknya sampai sekarang tidak pernah membaca Alquran di rumah dan jarang sembahyang, bahkan tidak pernah sama sekali. Ibu merasa bersalah setelah mendengar ceramah itu. Ibu menyadari bahwa ia tidak mendidik anak-anaknya sesuai ajaran agama. Ibu selalu tidak tega memarahi anaknya, dan melihat anaknya menangis, apalagi kalau ada yang murung dan kesal.
Mungkin itulah sebabnya anak-anak Ibu banyak yang tidak dapat membaca Alquran Ibu tidak pernah tega memaksa mereka untuk belajar Ibu pun tidak marah.  Bukankah ini berarti Ibu tidak sanggup mendidik anak. Bukankah Ibu gagal menjadi orang tua? "Tapi Bu, bukankah Ayung selalu taat sembahyang dan membaca Alquran? Dan Ayung selalu berdoa untuk Ibu dan Bapak? Lantas apa artinya usaha Ayung selama ini Bu?" kataku kepada Ibu."Terima kasih Yung, Ibu sangat bangga padamu. Ibu senang kamu mampu menjadi imam untuk Ibu. Ibu pun selalu berdoa untukmu. Yang Ibu pikirkan adalah kakak-kakakmu yang tidak mampu membaca Alquran dan tidak menjalankan shalat."
Kuakui selama ini memang hanya aku dan ibu yang shalat berjama'ah, walaupun sebenarnya kakak-kakakmu sedang berada di rumah. Mereka lebih suka duduk di lapau dan sepertinya tidak menghiraukan panggilan adzan yang berkumandang dari masjid. Dan Ibu tidak pernah menegur hal itu. Aku pun tidak pernah mempersoalkan mereka. Sementara aku merasa takut, selain karena lebih kecil juga karena aku takut mencampuri urusan mereka.
"Itulah Yung. Ibu merasa sedih. Kamulah satu-satunya anak Ibu yang taat, yang mengimami Ibu, walaupun kamu yang terkecil. Entahlah...Ibu sudah semakin tua, ajal sudah di ambang pintu. Ternyata Ibu masih meninggalkan banyak pekerjaan yang tidak selesai, ternyata Ibu tidak mampu mendidik kalian dan kalian ternyata tidak bisa mendidik diri sendiri," kata Ibu terisak.
Air mataku mengalir tanpa terasa.
"Ada apa? Kok Ibu menangis? Ini pasti ulah kamu Yung! Kamu tidak henti-hentinya membuat Ibu sedih, dan menangis. Tahukah kamu bahwa membuat orang tua bersedih hatinya itu dosa?" Tiba-tiba Han kakakku yang nomor tiga datang dan memarahiku.
"Sebagai anak laki-laki kamu jangan terus-terusan bersama Ibu, itu cengeng namanya. Lihat tuh di lepau orang-orang ramai. Duduklah di sana biar orang tahu bahwa kita bermasyarakat. Bukan dalam rumah," katanya lagi sambil menekan kepalaku."Jangan kasar begitu pada adikmu Han. Ia kan baru sele....,""Kalau tidak seperti itu, ia akan lembek seperti perempuan Bu, yang duduknya cuma di dapur.""Tapi ia kan masih kuliah.""Aah. Ibu selalu membelanya, mentang-mentang ia kuliah. Walaupun Han tidak pernah kuliah, Han ini anak Ibu. Sekurang ajar apapun aku yang melahirkan Han adalah Ibu. Tapi kenapa dia, Ibu perlakukan berbeda dengan Han?" Han menunjuk-nunjuk diriku.
Mendapat serangan kata-kata seperti itu, Ibu menangis lagi. Aku hanya terdiam terpana ketika Han kemudian berlalu dan tidak menghiraukan tangis Ibu. Air mata Ibu mengalir lagi. Ingin aku menghapusnya, tapi bagaimana dengan kesedihannya? Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma, kamarabbayana saghiraa. Amin. Hanya itu yang mampu kulakukan.

Selasa, 08 Maret 2011

TIDUR SIANG TURUNKAN TEKANAN DARAH

Tidur dalam waktu yang sebentar atau tidur siang ternyata mampu membantu menurunkan tekanan darah meskipun saat itu anda sedang stres. Hal ini diungkapkan atas hasil penelitian terbaru yang diterbitkan pada jurnal internasional pengobatan dengan tingkah laku pada Rabu (02/03/2011).

Dalam penelitian ini, para peneliti di kampus Sarah Conklin of Allegheny di Meadville, Pennsylvania, melakukan penelitian pada 85 mahasiswa yang sehat, kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Salah satu kelompok berisi mahasiswa yang diberikan waktu untuk tidur siang selama satu jam perhari, dan kelompok yang lain tidak diberikan waktu untuk tidur siang. Kemudian kedua kelompok tersebut diberikan sebuah tes mental.

Dari penelitian itu ditemukan bahwa seluruh mahasiswa dari kedua kelompok mengalami kenaikan tekanan darah dan detak jantung saat diberikan tes mental. Namun, mereka yang terbiasa tidur siang minimal 45 menit sehari, secara signifikan memiliki tingkat kenaikan tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang tidak tidur siang.

Para peneliti menyimpulkan bahwa tidur siang setidaknya selama 45 menit dapat membantu seseorang yang sedang stres menurunkan tekanan darah mereka dan menjaga kesehatan jantung mereka.

"Penemuan kami mengatakan bahwa tidur siang dapat memberikan keuntungan bagi (organ) kardiovaskuler dengan cara mengakselerasi proses penyembuhan kardiovaskuler selama stres." ungkap salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut.
(http://www.radiopatria.net/index.php?code=870)

Alang - alang

Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor (Nees) C.E.Hubb
    
KLASIFIKASI :  
Alang-alang disebut  Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor (Nees) C.E.Hubb.,atau Imperata arundinacea Cyrillo atau Lagurus cylindricus L.  termasuk ke  dalam  famili tumbuhan Gramineae atau Poaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ìlalang, hilalang atau kambengan.


SIFAT KIMIAWI :  
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yangsudah diketahui, a.l :Manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid,coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali.


EFEK FARMAKOLOGIS : 
Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (menurunkanpanas),  diuretik, (peluruh kemih),  hemostatik ( menghentikan pendarahan),menghilangkan haus, masuk meridian paru lambung dan usus kecil. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sejuk.


PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DANCARA PENGGUNAANYA
  1. Muntahdarah. Akar segar 30 - 60 gram, dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.
  2. Mimisan. Akar segar dicuci bersih,ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100 cc, minum. Atau 30 gram akar segar dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas,minum.
  3. Airkemih berdarah. Rebus 100 gram akar segar dengan 2.000 cc air  sampai tersisa 1.000 cc.
  4. Kencingnanah. Akar segar 300 gr dicuci bersih, dipotong-potong  seperlunya, digodok dengan 2.000 cc air bersih sampai  tersisa 1.200 cc, ditambah gula batu secukupnya. Dibagi 3 kali minum atau sebagai  teh. Sepuluh hari untuk 1 cure.
  5. Hepatitisakut menular. Akar ákering 60 gram digodok dengan 3 gelas air bersih sampai  tersisa 1 gelas.  Dibagi 2 kali minum. 10 hari untuk 1 cure.
  6. Rasahaus pada penyakit campak. Rebus 30 grakar, minum sebagai teh.
  7. Radang ginjal akut. Cucibersih 60- 120 gr akar segar, dipotong-potong seperlunya dan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air. Dibagi untuk 2 - 3 kali minum. Rebus 60 - 120 gram pegagan segar, minum secara rutin.